Kontributor : Muh. Hefni & Tim Redaksi / Editor : Lutfi Hidayat, Saiful Bahri
Probolinggo (Selasa, 21/07/2026) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam melaksanakan puncak kegiatan Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi (Monev) Triwulan II bagi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumberasih dan KUA Kecamatan Wonomerto. Kegiatan yang digelar secara terpadu tersebut berlangsung di KUA Sumberasih, Selasa (21/07/2026).
Pelaksanaan monev ini menjadi penutup rangkaian supervisi Triwulan II yang sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah KUA di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan difokuskan pada evaluasi pelaksanaan program, penguatan tata kelola layanan, serta peningkatan kualitas kinerja penghulu, penyuluh agama, dan seluruh jajaran KUA.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua APRI Jawa Timur yang juga Kepala KUA Wonomerto definitif sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala KUA Sumberasih, H. Wawan Ali Suhudi, menegaskan bahwa supervisi bukan sekadar agenda pemeriksaan administrasi, melainkan menjadi ruang pembinaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Supervisi dan monitoring harus dimaknai sebagai ikhtiar bersama untuk terus memperbaiki kualitas layanan KUA. Administrasi yang tertib harus diiringi dengan pelayanan yang cepat, profesional, humanis, dan berdampak nyata bagi masyarakat. KUA harus menjadi rumah pelayanan keagamaan yang semakin dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri,S.Ag., M.HI, menekankan pentingnya optimalisasi peran Penyuluh Agama Islam sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam menjaga ketahanan sosial dan keagamaan masyarakat.
“Penyuluh Agama adalah garda terdepan Kementerian Agama. Selain memberikan pembinaan keagamaan, mereka juga memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi tentang Early Warning System (EWS). Kelompok-kelompok binaan harus terus diperkuat agar memiliki daya tahan terhadap berbagai paham yang menyimpang dan tidak mudah disusupi aliran-aliran yang mengarah pada radikalisme, khususnya di kalangan remaja,” tegasnya.
Ia berharap seluruh penyuluh agama mampu mengintegrasikan materi EWS dalam setiap kegiatan penyuluhan, sehingga masyarakat semakin memiliki pemahaman keagamaan yang moderat, toleran, serta mampu menjaga kerukunan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Secara terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, M.Pd., menyampaikan bahwa supervisi dan monitoring merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola organisasi sekaligus memastikan seluruh program prioritas Kementerian Agama berjalan efektif hingga ke tingkat KUA.
“Saya berharap seluruh jajaran KUA terus memperkuat integritas, profesionalisme, dan semangat melayani masyarakat. Penyuluh agama, penghulu, serta seluruh ASN Kementerian Agama harus mampu menghadirkan pelayanan yang berdampak, menjaga kerukunan umat, serta menjadi garda terdepan dalam deteksi dini berbagai potensi persoalan sosial dan keagamaan melalui pendekatan Early Warning System,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi Triwulan II ini, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola KUA yang profesional, akuntabel, dan adaptif, sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur dalam memberikan pelayanan keagamaan yang berkualitas serta menjaga harmoni kehidupan masyarakat.
