Logo Bimas Islam
IkhlasBerdampakGuiding, Inspiring, Transforming
BerandaBeritaMenag Nasaruddin Umar: Kerukunan Antarumat Beragama Adalah Modal Utama Pembangunan

Menag Nasaruddin Umar: Kerukunan Antarumat Beragama Adalah Modal Utama Pembangunan

1 Agustus 2026
Humas Bimas Islam

JAKARTA, (1 Agustus 2026) — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kemajuan bangsa Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi, teknologi, dan politik, melainkan juga berakar pada kekuatan doa, akhlak mulia, serta kerukunan antarsesama.

Pernyataan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Acara yang dihadiri sekitar 100 ribu peserta dari pelbagai daerah dan latar belakang agama ini menjadi momentum ikhtiar batin untuk memperkuat pembangunan nasional.

“Dengan zikir kita meneguhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi,” kata Menag dalam sambutannya.

Menag mengapresiasi peran aktif para tokoh agama dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Hasilnya, Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) mencatatkan kenaikan signifikan dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025.

Capaian tersebut tidak hanya memecahkan rekor tertinggi, tetapi juga berhasil melampaui target RPJMN 2025 (76,47) dan makin mendekati target akhir 2029 sebesar 78,25.

“Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia,” ujar Nasaruddin.

Dalam kesempatan itu, Kemenag turut memaparkan sejumlah hasil kerja nyata dalam mendukung program prioritas pemerintah:

  • Sektor Pendidikan: Lebih dari 5,1 juta siswa menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), dan 289.255 mahasiswa keagamaan memperoleh KIP Kuliah. Selain itu, dilakukan revitalisasi pada 556 madrasah/sekolah keagamaan, pembangunan 352 madrasah, 34 PTKN, serta penyebaran 2.180 papan interaktif digital.

  • Inovasi & Lingkungan: Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, serta program ekoteologi yang fokus pada penanaman pohon, pelestarian mangrove, dan terumbu karang.

  • Ekonomi Umat: Penghimpunan zakat tahun 2025 tumbuh 12% hingga mencapai Rp44,7 triliun (menjangkau 140 juta mustahik). Wakaf uang juga terhimpun sebesar Rp4,7 triliun, berdampingan dengan pengelolaan 50 ribu hektar tanah wakaf di seluruh Indonesia.

Menag mengakhiri sambutannya dengan mengajak seluruh pimpinan dan tokoh agama menjadikan momentum zikir bersama ini sebagai energi spiritual untuk membawa Indonesia mencapai puncaknya.

TAGS:BERITABIMAS ISLAMLAYANAN
Bagikan: