Logo Bimas Islam
IkhlasBerdampakGuiding, Inspiring, Transforming
BerandaBeritaMenuntun Lidah-Lidah Mungil Melafalkan Al-Qur’an: Dedikasi Penyuluh Agama Islam Merawat Generasi Qur’ani

Menuntun Lidah-Lidah Mungil Melafalkan Al-Qur’an: Dedikasi Penyuluh Agama Islam Merawat Generasi Qur’ani

29 Juli 2026
Humas Bimas Islam

Kontributor : Nur Hasan / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

PAJARAKAN, 29 Juli 2026 – Di balik dinding sederhana Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Darul Furqan Desa Gejugan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo kepedulian seorang Penyuluh Agama Islam dan semangat puluhan santri cilik menyatu merawat tajwid, menanamkan adab, dan menghidupkan kecintaan pada Al-Qur’an sejak dini.

Suara patah-patah namun penuh kehati-hatian bersahutan di sudut ruangan TPQ itu. Puluhan pasang mata mungil tampak tekun menatap lembaran Al-Qur’an di atas meja kayu mereka. Di hadapan anak-anak itu, Penyuluh Agama Islam KUA Pajarakan, Ustaz Muzammil duduk bersila dengan penuh kesabaran. Jemarinya sesekali memperagakan posisi artikulasi suara, menuntun lidah-lidah mungil para santri agar tepat menyuarakan tempat keluarnya huruf (makharijul huruf).

Sebagai Penyuluh Agama Islam kedatangan Muzammil hari itu melampaui sekadar agenda dinas formal. Ia hadir membawa misi pembinaan keagamaan berkesinambungan. Mendampingi anak-anak desa agar tak hanya mahir membaca Al-Qur’an secara tartil, tetapi juga tumbuh bersama nilai-nilai mulia yang terkandung di dalamnya.

Ketelitian Tajwid

Suasana bimbingan itu berlangsung interaktif, tidak ada riak ketakutan saat anak-anak melakukan kekeliruan pelafalan. Dengan pendekatan komunikatif, Muzammil mengoreksi setiap hukum bacaan secara perlahan dan bertahap hingga sang anak mampu mengulanginya dengan percaya diri.

“Membaca Al-Qur’an dengan benar adalah fondasi utama pendidikan keislaman anak. Pembelajaran ini tidak bisa terburu-buru, harus berkesinambungan dan menggunakan metode yang menyenangkan agar mudah diserap sesuai daya tangkap masing-masing,” tuturnya, Selasa sore (28/07/2026).

Ia menambahkan, peran pengajar di TPQ dan penyuluh di lapangan akan jauh lebih berdampak apabila ditopang oleh lingkungan keluarga di rumah. “Kami di sini memantik semangat, tetapi orang tua para santri di rumahlah yang menjaga nyala api tersebut agar anak-anak terbiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan harian,” terangnya.

Menanamkan Adab di Luar Lembaran Kitab Suci

Bimbingan sore itu tidak berhenti pada teknis pelafalan ayat semata. Ustaz Muzammil turut menyisipkan pesan-pesan moral dan motivasi. Ia mengajak para santri memahami pentingnya menjaga adab, baik saat memegang dan membaca kitab suci maupun dalam bersikap kepada orang tua, guru, dan teman sebaya.

Pendekatan humanistis ini menyuntikkan antusiasme tinggi bagi para santri. Gelak tawa ringan dan raut wajah bangga terpancar setiap kali seorang santri berhasil melafalkan ayat dengan tajwid yang tepat.

Bagi KUA Kecamatan Pajarakan, pembinaan di TPQ Darul Furqan hanyalah satu dari sekian titik langkah panjang pembinaan masyarakat. Dari ruang-ruang belajar sederhana inilah cita-cita besar dititipkan: melahirkan generasi Qur’ani yang tak sekadar fasih melantunkan ayat, namun juga membumikan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.

TAGS:BERITABIMAS ISLAMLAYANAN
Bagikan: