Kontributor/Editor : Tim Redaksi
TONGAS, (30 Juli 2026) – Pemerintah Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan Dzikir dan Sholawat bersama Pengurus Cabang (PC) Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (ISHARI) Nahdlatul Ulama Kabupaten Probolinggo di halaman Pendopo Kecamatan Tongas, Jumat (30/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas daerah “Probolinggo Mengetuk Pintu Langit”, yang bertujuan memperkuat sinergi antara pembangunan daerah dengan penguatan spiritual masyarakat melalui lantunan dzikir dan sholawat.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), pengurus MWCNU Tongas beserta badan otonomnya, ASN Kemenag Kabupaten Probolinggo serta masyarakat dari berbagai wilayah yang memadati lokasi acara. Suasana berlangsung khidmat ketika ribuan jamaah bersama-sama melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang diiringi tabuhan rebana khas ISHARI.
ISHARI merupakan organisasi seni hadrah yang lahir dari tradisi pesantren di Jawa Timur pada awal abad ke-20. Kesenian ini berakar pada pembacaan kitab Syaraful Anam atau Al-Barzanji yang berisi sejarah dan pujian kepada Rasulullah SAW. Sejak awal, para ulama memanfaatkan seni hadrah sebagai media dakwah kultural yang mampu menyampaikan nilai-nilai Islam secara santun, merangkul masyarakat melalui perpaduan musik rebana, syair-syair sholawat, dan gerakan roddat yang sarat makna.
Keunikan penampilan ISHARI tampak pada irama rebana yang ritmis dan bertenaga, dipadukan dengan gerakan roddat yang dilakukan secara serempak oleh para anggota. Sinkronisasi gerakan tangan, pundak, dan kepala melambangkan kekompakan, kedisiplinan, serta semangat persaudaraan. Harmoni antara pelantun vokal utama (penerbang) dan paduan suara (penggerrong) menghadirkan suasana religius yang menggetarkan dan memperkuat kekhusyukan jamaah.
Di tengah perkembangan budaya modern, ISHARI tetap bertahan sebagai salah satu warisan budaya Islam Nusantara. Keberlangsungannya ditopang oleh sistem kaderisasi yang tumbuh di lingkungan pesantren, madrasah, dan majelis taklim, semangat kebersamaan yang melibatkan berbagai generasi, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai kegiatan masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang diwariskan para ulama.
Melalui program “Probolinggo Mengetuk Pintu Langit”, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap kegiatan dzikir dan sholawat tidak hanya menjadi ruang mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga memperkuat karakter religius masyarakat sekaligus menjaga kelestarian seni hadrah ISHARI sebagai bagian dari identitas budaya dan spiritual bangsa.
