Logo Bimas Islam
IkhlasBerdampakGuiding, Inspiring, Transforming
BerandaBeritaBRUS Kemenag Probolinggo di Ponpes Al Kholiliyah Al Mubarokah Tekankan Pencegahan Kenakalan Remaja dan Penguatan Early Warning System

BRUS Kemenag Probolinggo di Ponpes Al Kholiliyah Al Mubarokah Tekankan Pencegahan Kenakalan Remaja dan Penguatan Early Warning System

30 Juli 2026
Humas Bimas Islam

Kontributor : Muh. Hefni / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Redaksi

MARON (30 Juli 2026) – Upaya membentuk generasi muda yang tangguh, moderat, dan berkarakter terus diperkuat oleh Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui seksi Bimas Islam Menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan yang berlangsung di Yayasan Pondok Pesantren Al Kholiliyah Al Mubarokah, Brani Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Kamis (30/07/2026) ini menghadirkan konsep yang berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

Selain membahas penguatan karakter remaja dan pencegahan perkawinan anak, BRUS kali ini lebih menitikberatkan pada isu kenakalan remaja, bahaya radikalisme, serta penguatan Early Warning System (EWS) sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi konflik sosial dan penyebaran paham ekstremisme di lingkungan generasi muda.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo H. Imammuddin Nur Fajri, S.Ag., M.HI., Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Probolinggo H. Moh. Amin, S.Ag., M.Pd.I. yang juga menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Maron, Satgaswil Densus 88 Anti Teror, para Penyuluh Agama Islam KUA Maron, serta Tim Fasilitator BRUS Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

Secara terpisah, Kasi Bimas Islam Imam Mudin Nur Fajri, S.Ag, M.HI. menegaskan bahwa remaja merupakan aset strategis bangsa yang harus dibekali dengan kemampuan berpikir kritis, akhlak yang baik, serta pemahaman agama yang moderat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai penyimpangan sosial maupun ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

“BRUS bukan sekadar memberikan penyuluhan kepada remaja, tetapi menjadi ruang pembinaan untuk menyiapkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki daya tangkal terhadap berbagai ancaman, mulai dari kenakalan remaja, perkawinan anak, penyalahgunaan media sosial hingga paparan paham radikal. Melalui pendekatan Early Warning System, kita ingin membangun kesadaran sejak dini agar para remaja mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, materi mengenai deradikalisasi dan literasi digital disampaikan oleh AKP. Anang Sumawan, S.H., M.AP. dari Satgaswil Densus 88 Anti Teror. Dalam paparannya, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi membawa manfaat besar, namun juga menjadi pintu masuk penyebaran propaganda ekstremisme apabila tidak digunakan secara bijaksana.

“Media sosial dapat menjadi sarana belajar dan berkarya, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang menyebarkan paham intoleran dan radikal. Karena itu, setiap remaja harus memiliki kemampuan menyaring informasi, tidak mudah percaya pada berita provokatif, serta selalu mengedepankan tabayun sebelum membagikan suatu informasi. Jadilah generasi yang cerdas bermedia sosial dan berani menolak segala bentuk ajakan yang mengarah pada kekerasan maupun radikalisme,” jelasnya.

Sepanjang kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Diskusi interaktif, sesi tanya jawab, hingga penyampaian studi kasus mendapatkan respons positif dari para santri dan remaja yang mengikuti kegiatan. Mereka aktif mengajukan pertanyaan seputar tantangan pergaulan remaja, bahaya perkawinan usia anak, penggunaan media sosial yang sehat, serta langkah-langkah mengenali indikasi penyebaran paham radikal di lingkungan sekitar.

Melalui pelaksanaan BRUS yang dikolaborasikan dengan penguatan Early Warning System (EWS), Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial, mampu mendeteksi berbagai potensi ancaman sejak dini, serta menjadi pelopor kerukunan, toleransi, dan persatuan bangsa.

TAGS:BERITABIMAS ISLAMLAYANAN
Bagikan: