Kontributor: Ainun Najib / Editor : Saiful Tim Red Bimas
Dringu, 20 Oktober 2026 — Memanfaatkan momentum Hari Santri, KUA Dringu menanamkan nilai-nilai kehidupan santri sebagai bekal membangun rumah tangga yang harmonis melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin (catin), Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula KUA Dringu tersebut diikuti oleh 22 calon pengantin.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala KUA Dringu, Muhtar, S.Ag menyampaikan prinsip “SANTRI” sebagai pedoman bagi calon pengantin dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Prinsip ini menjadi pengingat bahwa pernikahan tidak hanya membutuhkan kesiapan lahiriah, tetapi juga kematangan sikap, keteguhan hati, dan komitmen untuk menjaga keutuhan keluarga.
Muhtar menjelaskan, “SANTRI” merupakan akronim dari Sabar, Amanat, Niat yang baik, Tanggung jawab, Ridha terhadap semua yang ditetapkan Allah, serta Istiqamah dalam menjalankan kebaikan. Keenam nilai tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pasangan suami istri dalam menghadapi dinamika rumah tangga, menyelesaikan persoalan dengan bijaksana, serta menjalankan kewajiban masing-masing.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut selaras dengan semangat Hari Santri yang menekankan pentingnya akhlak, keteguhan dalam menjalankan ajaran agama, dan konsistensi dalam berbuat kebaikan. Dengan mengamalkan prinsip “SANTRI”, calon pengantin diharapkan mampu membangun keluarga yang tidak hanya harmonis, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keagamaan.
Melalui Bimbingan Perkawinan ini, KUA Dringu terus berupaya membekali calon pengantin dengan pemahaman keagamaan dan kesiapan mental sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Momentum Hari Santri pun menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur santri dapat diterapkan dalam lingkup keluarga sebagai fondasi untuk mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
