Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Besuk bertindak sebagai khatib dan imam salat Jumat di Masjid Nurul Maksum, Desa Sokaan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Dalam khotbah bertajuk “Halal dan Thayyib sebagai Standar Etika Pangan dan Kesehatan Umat,” khatib menekankan pentingnya menjaga kualitas konsumsi yang halal dan bergizi untuk kesehatan serta pencegahan stunting.
Dalam penyampaiannya di hadapan puluhan jemaah, khatib menjelaskan bahwa konsep pangan dalam Islam tidak hanya berhenti pada label halal secara hukum agama (syar’i), tetapi juga harus memenuhi kriteria thayyib (baik, suci, dan bergizi). Konsep ini menjadi fondasi penting dalam membangun kesehatan fisik dan spiritual umat, sekaligus menjadi benteng utama dalam mengantisipasi masalah gizi buruk.
“Makanan yang halal menjamin keberkahan hidup dan diterimanya doa, sedangkan makanan yang thayyib memastikan tubuh kita mendapatkan nutrisi yang optimal untuk beribadah dan beraktivitas,” ujar sang penyuluh dalam khotbahnya.
Lebih lanjut, khatib mengaitkan etika pangan ini dengan program prioritas nasional, yaitu penurunan angka stunting. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak merupakan wujud nyata dari pengamalan prinsip thayyib dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui khotbah ini, pihak khotib berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya memilih bahan pangan berkualitas demi mencetak generasi masa depan yang sehat, kuat, dan berakhlakul karimah. Kegiatan ibadah Jumat ini berjalan dengan khidmat dan diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan serta kesejahteraan umat.
